Showing posts with label sunda. Show all posts
Showing posts with label sunda. Show all posts

Monday, November 16, 2015

PEMBUATAN DEKORASI SESERAHAN

Upacara adat seserahan yang dilaksanakan disetiap acara prosesi menjelang acara resepsi pernikahan hampir di setiap daerah, Jawa Barat (sunda). Jawa Tengah dan Jawa timur (adat Jawa), Betawi, Bali, dan daerah lainnya.
Disimbolkan sebagai syarat dan tanda cinta calon mempelai pria pada calon istrinya dan tanda hormat keluarga pria pada keluarga calon besannya. dalam pembuatannya seringkali merepotkan, karena tidak semua keluarga bahkan hanya orang-orang tertentu yang diberi keterampilan untuk menata #HantaranSeserahan secara indah, sehingga menarik dan nampak layak untuk diberikan kepada keluarga mempelai wanita.
Berikut beberapa contoh souvenir yang bisa anda pesan untuk kami buatkan sesuai kebutuhan dan keinginan anda. di KABISA Enterprize wa/sms ; 085721461515.
































Kami KABISA Enterprize, siap membantu anda untuk mempersiapkan seserahan sesuai dengan yang adnda inginkan. silahkan WA / sms 085721461515.












Wednesday, April 15, 2015

DARIPADA TAWURAN MENDING KAULINAN

Permainan sunda, lokasi SDN Cijerokaso Bandung
Sebuah permainan tradisional sunda
yang sudah langka dimainkan anak-anak dimasa sekarang.
Namanya oray-orayan.
yang dalam bahasa Indonesia artinya ular-ularan.
permainan mirip dengan ular naga.
tapi dimainkan sambil bernyanyi "kakawihan".
 ini kawihnya:

Oray-orayan luar leor ka sawah
Ulah ka sawah parena keur sedeng beukah
oray orayan luar leor los ka kebon
entongka kebon dikebon loba nu ngangon

mending ge ka leuwi di leuwi loba nu mandi
saha anu mandi? anu mandina panderi

Sambil menyanyikan kawih itu.
anak-anak yang terlibat dalam permainan ini
berpegangan pada pundak teman yang di depannya.
sementara dua orang lainnya berperan menjadi sasak (jembatan)
bisa juga disebut torowongan (terowongan) sebagai tempat
keluar dan masuknya oray.


Anak yang terjebak di akhir lagu kemudian diundi
dengancara suten (suit) yang menag dalam suit
maka dialah yang berhak memiliki anak tersebut.
setelah semuanya dapat anak di belakang mereka
maka 2 orang yang menjadi torowongan tadi berubah menjadi hulu orang
hulu oray ( kepala ular) yang mempunyai tugas
untuk mempertahankan buntut ( ekor) agar tidak ditangkap oleh lawannya.


sebelumnya ada kakawihan seperti ini

oray-orayan............................................ oray naon
oray bungka........................................... bungka naon
bung ka laut........................................... laut naon
laut dipa................................................. dipa naon
di panderi ri ri ri ri.................................................


begitulah cara permainannya.
Dalam perminan "oray-orayan" terkandung beberapa hal yang sangat bermanfaat
bagi para pemainnya, yang sangat baik untuk perkembangan mental dan spiritual anak-anak kita
diantaranya adalah
1. menjalin kerja sama.
2. menyehatkan badan, karena geraknya sangat dinamis.
3. bertanggung jawab, kepala mempertahankan dan menjaga teman-temnnya
4. sportif. siap menang dan berani kalah
5. akrab dengan teman, meningkatkan jiwa sosial.
6. mencintai budayanya. seni dan bahasa sunda.
saya pikir masih banyak manfaat-manfaat lain yang akan ditemukan dan dirasakan
oleh anak-anak yang memainkan "kaulinan" ini.
silahkan share atau kritisi tulisan ini.
hatur nuhun = terima kasih.





Tuesday, November 25, 2014

DONGENG : Sireum jeung Japati

           
            Aya sireum rek nginum disisi walungan. Keur ngarayap kahandap, manehna tisoledat. Pluk ragrag kana cai. Hadena caina rada ngeuyeumbeu lebah dinya mah. Tapi keukeuh bae ari ngojay kasisi mah teu bisaeun. Sireum gegeroan, ” tulung, tulung, ieu kuring rek tikerelep tulungan ”
            Kabeneran aya japati keur cindeten dina dahan kai anu nyodor kaluhureun cai.
Kadengeun aya sireum gegeroan menta tulung. Barang ngareret kahandap, katenjoeun sireum keur kokosehan. Japati karunyaeun, geleber hibeur bari ngegel daun salambar. Song diasongkeun daun teh kahareupeun sireum. Sireum tuluy muntang kana daun. Daun kujapati dibawa ka darat. Sok digolerkeun kana taneuh.Sireum pohara nganuhunkeunana ka japati anu geus ngaleupaskeun manehanana dina bahaya.
            Dina hiji mangsa japati teh cindeten deui dina dahan kai anu nyodor ka walungan tea. Sireum anu baheula ditulungan ku manehna oge kabeneran aya dihandapeun tangkal. Harita tikajauhan aya paninggaran nyampeurkeun leumpangna keketeyepan
Teu talangke deui buru-buru sireum nyampeurkeun japati bari ngaharewos ka manehna.
”heh japati, buru-buru geura hibeur, tuh aya paninggaran keur ngintip.”
Panigaran geus ngawengkang bedilna. Tapi japati kaburu geleber hibeur.
            Isukna japati papanggih deui jeung sireum. Ceuk japati ” Nuhun pisan sakadang sireum, kuring geus ditulungan ku anjeun, leupas tina balai.”
Jawab sireum ” is eta mah kapanan kawajiban sarerea, nulungan batur anu rek meunang cilaka, eta wajib. Komo ieu mah kuring ayeuna hirup keneh teh lantaran geus ditulungan ku sampean.”
            Tah kitu cenah lalakon sireum jeung japati anu akur jeung silih tulungan.
Abdi gaduh sisindiran yeuh.... kieu geura ...!!

Itu lain langlayangan
Manuk heulang puputeran
Hirup teh henteu sorangan
Kudu daek silih tulung

Dongeng simkuring dicekapkeun dugi ka dieu mugi aya pulanganeunana. Datang katingal tarang undur katingal punduk, simkuring seja permios, cag...







Friday, October 17, 2014

UPACARA ADAT SUNDA

Sumber: ariza-wedding.blogspot.com

Upacara adat perkawinan Sunda merupakan tambahan dari acara pokoknya, yaitu ijab dan qobul sebagaimana yang telah disyariatkan oleh Agama Islam. Tambahan acara ini seringkali menjadi peristiwa yang ditunggu-tunggu oleh yang hadir karena mengandung hal-hal yang bersifat humoris dan ada sesuatu yang dibagikan kepada hadirin. Namun demikian, acara adat tersebut tidaklah ada kaitannya dengan acara pokok akad nikah. Hal demikian itu, hanya sekedar hiburan sebagaimana halnya penyajian lagu-lagu, kasidahan atau orkes dangdut.
Bagian-bagian acara adat yang biasa dilaksanakan meliputi; nincak endog (menginjak telur) yang maksudnya adalah bahwa si mempelai penganten itu akan memulai malam pertamanya dengan indah. Ketika melaksanakan malam pertama itu, si penganten harus benar-benar hati-hati dan tidak “grasa-grusu”, sehingga nantinya menghasilkan yang baik.  Nincak elekan (menginjak semacam bamboo yang biasa dibuat suling) maksudnya hamper sama. Hanya saja ini disimbolkan kepada “wanita”, sedangkan telor, lebih disimbolkan kepada laki-laki.
Selanjutnya, Meuleum Harupat (membakar segenggam yang berisi tujuh buah potongan lidi), maksudnya adalah membuang atau membakar sifat-sifat jelek yang ada pada diri manusia, seperti : iri, dengki, mudah tersinggung, pemarah, kikir, tamak dan sombong. Kemudian, Meupeuskeun kendi (memecahkan kendi), yang maknanya sama dengan akan melepasnya masa bujang dan gadis pada malam pertama.
Sedangkan, Ngaleupaskeun Japati (melepaskan burung dara) dan Melempar kanjutkunang (melempar tas kecil terbuat dari kain) kepada yang hadir, adapt ini melambangkan/symbol, bahwa kedua orang tua melepas penganten yang terakhir di keluarganya. Jadi yang terdapat dikeluarhganya dihabiskan atau dibagikan sebagai ungkapan rasa kebahagiaan atau pula sebagai tanda bahwa orang tua tersebut mengawinkan anaknya yang terakhir.
Setelah itu acara sawer, yaitu melemparkan barang-barang seperti, beras kuning, permen, dan uang recehan seraya dibarengi lagu-lagu yang berisi pepatah bagi pengantin. Beras kuning, permen dan uang recehan adalah symbol keduniaan yang harus dicari oleh khususnya pihak laki-laki dan dipelihara oleh pihak wanita (isteri).
Setelah sawer kemudian dilakukan acara buka panto (buka pintu) yang dimaksudkan pembelajaran kepada pengantin dalam hal tata krama di rumah antara suami dan isteri.
Akhir dari acara adat pengantin sunda adalah acara “huap lingkung” yang berisi saling menyuapi dengan air minum, nasi kuning dan pabetot-betot bakakak (saling menarik ayam panggang) bagi yang dapat bagian terbesar dari ayam tersebut adalah pertanda akan mendapat rezeki yang banyak (jikalau diusahakan dengan baik). Pada acara huap lingkung inipun, dilakukan huap deudeuh dan huap geugeut yang artinya saling memberi sebagai tanda kasih sayang.
Sehari sebelum acara perkawinan dimulai,  dilakukan terlebih dahulu acara siraman terhadap kedua calon mempelai (secara terpisah) oleh kedua orang tua calon mempelai. Acara ini meliputi kegiatan; mandi kembang, berjalan diatas tujuh helai kain samping dan pengajian sebagai ugkapan permohonan keselamatan. Acara siraman ini dimaksudkan sebagai tanda kasih sayang orang tua yang terakhir khususnya dalam memandikannya karena setelah berkeluarga diserahkan kepada masing-masing. Acara sebelum hari pokok ini hampir sama untuk setiap daerahnya, baik acara Penganten jawa atau bahkan Sumatera.
Mengenai Lamanya acara adat ini, biasanya  sekitar dua jam dan dipandu oleh juru rias serta MC yang mengambil tempat biasanya di depan rumah (halaman depan) atau diselenggarakan secara khusus di gedung tempat resepsi dengan harapan dapat disaksikan oleh para tamu undangan.
Tidak semua acara perkawinan diikuti acara adat. Mungkin bagi mereka yang ingin simple-simpel saja pasti tidak dilakukan, tapi bagi mereka keluarga yang masih memegang kuat adapt walaupun anak-anaknya tidak saja, apa boleh buat harus diikuti. Sekali lagi diingatkan, bahwa acara adat itu sekedar tambahan yang bersifat hiburan dan tidak mengandung makna ibadah langsung. Sekedar meramaikan. Dikerjakan boleh, tidakpun tidak apa-apa.

sumber ;
http://www.jabarprov.go.id

Saturday, September 27, 2014

Lagu POP SUNDA yang diangkat dari Kisah Nyata


Video Klip Pop Sunda, Kisah nyata hiji murangkalih ( Neng Tia ) nyalira, anu eusina ngeunaan kapeurih ati hiji murangkalih anu hoyong mulang tarima ibu ramana, Anu divisualkeun ku Den's Production dirojong ku P.A.B (Producer Associations Bandung). MUGIA KATAMPI

http://youtu.be/4x1ykHzrvKI

 cantact person : Abdul Karim 085721461516,
                           FB: abdoelkariem@facebook.com
                           twet ke abdul karim @KangAbdulKarim

Wednesday, September 24, 2014

HATUR TANGIS



HATUR TANGIS artinya adalah kalo anak sekarang bilang "curhat" atas kedukaan yang menimpa

Pur kuntul kari tuggul
Lar gagak jadi tunggak

Hatur tangis kapaut hinis
Rumasa katideresa rasa
Kaagehan buntut maung
Kaciwit kulit kabawa daging
Bongan mandi saleuwi
Teu atra nincak hambalan
Teu taliti ati-ati kuru jeujeuhan

Horeng kieu karasana
Nu meunang kopi paitna
Keuna kana mamarasna
Tuna tengtrem kapitenah
Kunu muru katugenah
Kabawa sakaba-kaba
Kitu lain kieu salah
Disakompet daunkeun
Dihurun suluhkeun
digonggong ditulis tonggong

Dibeureumkeun dihideungkeun
Kumambang kersa pangersa
Sim abdi kumaha Gusti
Moal rek ngijing sila
Palias bengkok sinembah

Wednesday, August 21, 2013

HURIP WARAS KISUNDA jAYA


Aya selenting bawaning angin
ngolebat bawaning kilat
ngahiliwir matak gimir 
ngahaleuang mawa kahariwang longkewang
cenah ceuk beja 
KISUNDA BAKAL ILANG. 

 
Na saha nuwani ngagunasika...? 
IEU KURING TERAH SUNDA, 
siap bitotama jaga raksa. 
Sangkan KISUNDA TETEP JAYA.
Ngawur bibit ka murangkalih, 
nguatan akar ka para nonoman sunda. 
tetep teneung teu keueung, 
tetep jembar hamo rek ngolembar. 
najan diri nepi kapati, 
ngawaris harti ku ati nu suci. 

"HURIP WARAS KISUNDA JAYA DI BUANA"...

Wednesday, July 10, 2013

NGABUBURIT


Geningan benernya? ceuk ahli bahasa oge yen ngabuburit teh asli ti basa urang tegesna bahasa sunda. ti mimiti taun 2008-2009 mah geus mimiti asup kana KBBI ; Kamus Besar Bahasa Indonesia. jadi kecap "Ngabuburit" teu kudu miring deui ditulisna lamun aya dina tulisan numake bahasa Indonesia.

Kata ngabuburit berasal dari bahasa Sunda. Dalam Kamus Bahasa Sunda yang diterbitkan Lembaga Basa dan Sastra Sunda (LBSS), ngabuburit berarti ngalantung ngadagoan burit, yang artinya kurang lebih bersantai-santai sambil menunggu waktu sore. Kata ngabuburit dibentuk dari kata dasar “burit” yang memperoleh proses reduplikasi dwipurwa (pengulangan suku kata pertama) dan penambahan prefiks nga- (imbuhan bahasa Sunda) yang membentuk kata kerja. Kata dasarnya sendiri, yaitu “burit” sebetulnya tidak ada hubungannya dengan puasa (“burit” berarti sore). Artinya, pada awalnya kegiatan ngabuburit tidak harus pada bulan Puasa saja. Dugaan saya, karena istilah ngabuburit lebih sering dan lebih banyak digunakan dan dilakukan orang pada bulan Puasa sebagai kegiatan menunggu waktu berbuka, akhirnya pemaknaan ngabuburit menyempit dan dipahami sebagai menunggu saatnya buka puasa. Pengertian itu sejalan dengan makna ngabuburit yang tercantum dalam Ensiklopedia Sunda: menunggu saat berbuka puasa sambil mengerjakan sesuatu atau bermain-main, berjalan-jalan sekadar melupakan perut lapar sampai magrib. http://abdaz.wordpress.com
 







KARENA MODAL RENCANA MENIKAH GAGAL??

Dalam tulisan saya sebelumnya d i    https://kabisaseni.blogspot.com/2020/01/good-bye-lajang-aku-mau-nikah-sekarang.html sudah kita ketah...