Showing posts with label bandung. Show all posts
Showing posts with label bandung. Show all posts

Monday, January 2, 2017

PEMANDANGAN BANDUNG KOTA SAMPAI TANGKUBAN PERAHU AKAN DITEMUKAN DI TEMPAT KAMI

Panorama pagi yang cerah dari kampung Cirateun Peuntas Desa Wangunsari - Lembang 2017 
Assalamualaikum, sampurasun, wilujeng sumping 2017 ti kampung Cirateun Peuntas, Desa wangun sari, Kecamatan Lembang, Kabupaten Bandung Barat, Provinsi Jawa Barat,
Beberapa view indah Kota Bandung dan View keindahan Gunung Tangkuban Perahu akan terlihat di kampung kami ini. dan bila malam datang akan ditemukan view "bintang tumpah" begitu saya menyebutnya untuk kerlap-kerlip dari panorama kota Bandung malam yang terlihat dari serambi rumah kami di kampung cirateun peuntas ini.



Thursday, March 20, 2014

NGARORIS BURUAN PARAGI NIIS

Geus kasakitu poena 
kuring ninggalkeun ieu buruan, 
sabada hijrah ti bumi pun biang ka lembang.
Aya rupa-rupa tatangkalan kareueus kuring.

Kuping gajah anu gagah dauna buludru hejo,
omat ulah luhlah najan kuring tara nempo


Daun puring kareueus kuring.
Lana satia ngajaga buruan ema.

Kembang tanjung panineungan, 
sedeng mangkak karembangan diburuan.
Poma ulah pundung hamo ringrang hariwang.
Najan kuring langka datang. 

Ka para kembang liana nu aya di ieu buruan.
Terus tumuwuh masing lintuh.
Teu kudu luhlah jeung ngangluh 
najan ayeuna urang pajauh.

Mun nyalse hate kuring pasti datang, 
da kuring masih di lembur Bandung...

Terus ngasuh para kembang harepan bangsa, 
ngajajap nepi ka kaca-kaca cita-citana.

Thursday, November 14, 2013

PENAMPAKAN AWAN MENYERUPAI API DI CIRATEUN PEUNTAS LEMBANG

Penampakan awan sore hari menyerupai pijaran api, diambil sore hari di sebelah timur cirateun peuntas kecamatan lembang. sewaktu saya baru pulan dari sekolah.


Tadi pagi ada penampakan awan menyeruikepala burung elang, dan sorenya Alloh memberikan keindahan pemandangan pijaran api dalam awan yang disinari lembayung sore. Subbhanalloh

Friday, July 26, 2013

NGABUBURIT DI BANDUNG

FOTO news.detik.com
Bandung punya cukup banyak tempat untuk ngabuburit. Alun-alun Bandung adalah lokasi favorit di pusat kota. Maklum, lokasinya gampang dicapai karena dekat dengan halte transit sejumlah rute angkutan umum. Apalagi, tak jauh dari sana ada Masjid Raya Bandung.

Di sekitarnya juga berderet pusat belanja yang melayani berbagai keperluan warga. Dari Jalan Dewi Sartika, Kepatihan, hingga Dalem Kaum dipenuhi pedagang. Di sisi jalan, puluhan pedagang kaki lima menjajakan aneka jenis minuman dan makanan, seperti es kelapa, kolak, asinan, gorengan, kue-kue, bakso, dan batagor, siap memanjakan lidah. Makanan berat pun tersedia.

Untuk para bocah, banyak pilihan permainan. Beberapa keluarga, pada Jumat pekan lalu, misalnya, memanjakan buah hatinya dengan membiarkan mereka naik kereta api gerbong mini. Sebagian anak lainnya memilih sepeda motor dan mobil kecil.

Bagi yang ingin sekadar duduk-duduk, ada kursi taman yang dinaungi pepohonan. Sebagian memilih rehat di selasar masjid sambil membaca atau mendengarkan alunan ayat suci Al-Quran.

Para pelajar biasanya memilih mengunjungi menara yang mengapit masjid. Menara utara, yang terletak di dekat Jalan Asia-Afrika, khusus dibuka pada Sabtu dan Ahad. Sedangkan menara selatan hanya dipakai dari Senin sampai Jumat. Jam bukanya dari pukul 9 pagi hingga 5 sore.

Dari menara setinggi 19 lantai itu terhampar pemandangan Kota Bandung ke segala arah. Jika cuaca sedang cerah, panorama yang tersaji sangat mengesankan. Daya tampung di puncak menara adalah 70 orang. Setiap pengunjung hanya punya kesempatan selama 15 menit untuk memanjakan pandangannya.

Harga tiket untuk naik ke menara pun terjangkau kantong. Turis asing dikenai tarif Rp 5.000, pengunjung dewasa Rp 3.000, serta balita hingga SD cukup Rp 2.000. "Di menara selatan rata-rata pengunjung berkisar 150-200 orang per hari," kata petugas Irwan Sujana.

Pilihan ngabuburit lain adalah lapangan Tegalega. Di sini pengunjung senang menikmati suasana taman yang rindang. Keteduhan itu datang dari pepohonan yang ditanam para kepala negara serta perdana menteri negara peserta peringatan 50 tahun Konferensi Asia-Afrika pada 24 April 2005. Mulai mahoni, tanjung, bintaro, asam kranji, hingga tabula bersatu menciptakan kehijauan yang menyejukkan. Di sinilah beragam aktivitas dilakukan pengunjung: joging, bersepeda, atau berlatih sepak bola.

Adapun di lapangan Gasibu, yang berada di seberang Gedung Sate, anak-anak muda biasanya suka berkumpul hingga ke utara, yakni Monumen Perjuangan Rakyat Jawa Barat. Jika tak hujan, mereka kerap duduk-duduk di tangga lapangan Gasibu dan monumen atau menonton aksi ketangkasan bersepeda motor.

Begitu waktu berbuka tiba, mereka akan menyebar ke beberapa lokasi wisata kuliner, seperti di Jalan Cisangkuy hingga Cimandiri sampai sekitar Jalan Dipati Ukur.

ANWAR SISWADI

dicopas ti www.tempo.com Bandung

Wednesday, July 10, 2013

NGABUBURIT


Geningan benernya? ceuk ahli bahasa oge yen ngabuburit teh asli ti basa urang tegesna bahasa sunda. ti mimiti taun 2008-2009 mah geus mimiti asup kana KBBI ; Kamus Besar Bahasa Indonesia. jadi kecap "Ngabuburit" teu kudu miring deui ditulisna lamun aya dina tulisan numake bahasa Indonesia.

Kata ngabuburit berasal dari bahasa Sunda. Dalam Kamus Bahasa Sunda yang diterbitkan Lembaga Basa dan Sastra Sunda (LBSS), ngabuburit berarti ngalantung ngadagoan burit, yang artinya kurang lebih bersantai-santai sambil menunggu waktu sore. Kata ngabuburit dibentuk dari kata dasar “burit” yang memperoleh proses reduplikasi dwipurwa (pengulangan suku kata pertama) dan penambahan prefiks nga- (imbuhan bahasa Sunda) yang membentuk kata kerja. Kata dasarnya sendiri, yaitu “burit” sebetulnya tidak ada hubungannya dengan puasa (“burit” berarti sore). Artinya, pada awalnya kegiatan ngabuburit tidak harus pada bulan Puasa saja. Dugaan saya, karena istilah ngabuburit lebih sering dan lebih banyak digunakan dan dilakukan orang pada bulan Puasa sebagai kegiatan menunggu waktu berbuka, akhirnya pemaknaan ngabuburit menyempit dan dipahami sebagai menunggu saatnya buka puasa. Pengertian itu sejalan dengan makna ngabuburit yang tercantum dalam Ensiklopedia Sunda: menunggu saat berbuka puasa sambil mengerjakan sesuatu atau bermain-main, berjalan-jalan sekadar melupakan perut lapar sampai magrib. http://abdaz.wordpress.com
 







KARENA MODAL RENCANA MENIKAH GAGAL??

Dalam tulisan saya sebelumnya d i    https://kabisaseni.blogspot.com/2020/01/good-bye-lajang-aku-mau-nikah-sekarang.html sudah kita ketah...